
sdbumimu.sch.id, Adiwerna – SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna sebagai bilingual school terus menguatkan kualitas pembelajaran berstandar global melalui kolaborasi strategis bersama Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Pada Senin, 18 Januari 2026, sekolah kami kembali menerima kunjungan mahasiswa internasional UMP sebagai bagian dari Program Penguatan Bilingual yang telah berjalan selama dua tahun.
Kegiatan ini menjadi istimewa dengan hadirnya dua mahasiswa internasional, yaitu Samara dari Palestina (S2 PAI) dan Maria Hashmi dari Pakistan (Magister Manajemen kelas internasional). Keduanya terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan berinteraksi dengan para siswa, menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan menyenangkan.
Sebagai sekolah bilingual, SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna menerapkan pendekatan joyful learning yang memadukan pembelajaran bahasa Inggris dengan penguatan karakter, nilai moral, serta kemampuan sosial. Murid‑murid tidak hanya belajar menggunakan bahasa asing, tetapi juga dilatih untuk percaya diri, berani mengemukakan pendapat, mampu bekerja sama, dan menghargai keberagaman.
Samara mengungkapkan kesan mendalam terhadap kegiatan ini.
“Program ini berkontribusi besar dalam membentuk karakter dan nilai moral anak melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna, akhlak yang baik, serta harapan masa depan yang cerah,” ujar Samara.
Ketua Prodi S2 PAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menyampaikan rasa bahagia atas antusiasme yang ditunjukkan guru, orang tua, dan siswa terhadap program kemitraan ini.
Kepala SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna, Asih Hidayatun, M.Pd., memberikan apresiasi dan terima kasih kepada UMP atas keberlanjutan program yang membawa dampak positif bagi siswa. Ia menyebut bahwa keberhasilan implementasi bilingual school di SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna telah menarik perhatian banyak sekolah di Jawa Tengah yang datang untuk melakukan studi tiru.
“Semoga program ini terus berkembang untuk melahirkan generasi berwawasan global, kompetitif, namun tetap berpegang pada jati diri dan akhlak mulia. Kolaborasi seperti ini merupakan model pendidikan masa depan yang menghubungkan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas internasional,” ungkapnya.
Keceriaan terlihat jelas dari siswa-siswa kami yang berinteraksi dengan Samara dan Maria. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan karakter global dan rasa percaya diri sejak dini.
![]() | Asih Hidayatun, S.Ag., M.PdKepala Sekolah |
Tinggalkan Komentar